Tampilkan postingan dengan label mengajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mengajar. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Maret 2016

Opini Indonesia Mengajar


Gerakan Indonesia Mengajar (GIM) yang merekrut dan mengirim generasi muda untuk menjadi pengajar muda di daerah terpencil dinilai mampu menerapkan tata kelola (good governance) yang baik. GIM mendapatkan laporan keuangan dengan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik PwC Indonesia.

Penyerahan laporan keuangan GIM 2010-2011 yang dilakukan Pwc Indonesia secara gratis tersebut dilangsungkan dalam kegiatan Corporate Responbility Expo di Kantor PwC di Jakarta, Kamis (4/10/2012). Hasil audit diserahkan Eddy Rintis, Assurance Leader PwC Indonesia, kepada Ketua Yayasan Indonesia Mengajar Anies Baswedan.

Anies mengatakan, opini dari PwC Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia Mengajar memegang integritas dalam pengelolaannya sejak pertama kali berdiri. PwC Indonesia mengaudit laporan keuangan Indonesia Mengajar mulai dari pertama kali didirikan pada 2010 hingga 31 Desember 2011. 
"Di negara kita yang dituduh banyak korupsinya, hasil audit GIM dengan opini WTP ini memberi energi bahwa kita bisa mengelola sesuatu dengan benar," kata Anies yang juga Rektor Universitas Paramadina Jakarta.